RI Tandatangani Aplikasi Teknologi Nuklir untuk Tujuan Damai

Saturday, September 19, 2015 : 4:49:00 PM

Indonesia yang diwakili oleh Batan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), menandatangani Country Program Framework (CPF) International Atomic Energy Agency (IAEA). CPF itu terkait aplikasi teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Kesepakatan ini ditandatangani pada 17 September 2015 oleh Kepala BATAN Prof. Djarot S. Wisnubroto, bersama dengan Deputy Director General Technical Cooperation (DDG TC) dari IAEA, Dazhu Yang. Dokumen CPF itu ditandatangani untuk periode 2016/2020.  

CPF merupakan kerangka kerja sama Indonesia dengan IAEA yang akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun program dan rencana kegiatan IAEA Technical Coperation Projects untuk Indonesia. Penyusunan CPF mengacu kepada program dan prioritas pembangunan nasional, dan khusus untuk periode 2016-2020 secara antisipatif telah pula mengakomodasi elemen-elemen dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

"Dalam dokumen CPF ditetapkan tujuh area utama kerjasama yakni pangan dan agrikultur, kesehatan, energi, air dan lingkungan, industri pertambangan bijih timah radioaktif dan keamanan radiasi serta keselamatan dan keamanan nuklir," pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina, Australia, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (19/9/2015).

"Kami sampaikan penghargaan atas kontribusi dan partisipasi aktif Indonesia dalam berbagai program kerjasama teknik IAEA. Hasil-hasil kegiatan kerja sama dengan Indonesia tidak hanya telah bermanfaat bagi end-users di Indonesia namun juga telah menjadi acuan best-practices bagi negara-negara berkembang lainnya," sebut DDG TC IAEA, Dazhu Yang.

Disampaikan pula bahwa Technical Cooperation (TC) IAEA dalam berbagai kesempatan telah meminta Indonesia untuk berbagi pengalaman dan alih teknologi ke negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia dan Afrika.

Kepala BATAN, Prof. Djarot S. Wisnubroto menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang sangat produktif antara Indonesia dengan TC IAEA. Kerja sama tersebut dinilai telah memberikan hasil-hasil konkrit yang berdampak positif dalam berbagai bidang pembangunan.
Indonesia akan terus melakukan penguatan kerjasama yang telah ada, termasuk memberikan bantuan teknik bagi negara-negara berkembang lainnya dalam payung kerjasama Selatan-Selatan melalui triangular mechanism dengan IAEA.

Di hari yang sama, Kepala BATAN juga menyerahkan dokumen Nuclear Energy System Assessment (NESA), yang merupakan hasil kajian komprehensif  terhadap program pengembangan energi nuklir, termasuk aspek daur bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kajian NESA telah dilakukan Indonesia dengan bantuan teknis IAEA melalui program IAEA INPRO, yang merupakan konsorsium kerjasama melibatkan 36 negara anggota IAEA dalam pengembangan dan inovasi teknologi PLTN.

Original link metrotvnews.com

Saat ini 0 komentar :

Copyright © 2016 kasface.com - All Rights Reserved